Soto Sokaraja Banyumas Punya Sambal Kacang yang Bikin Rasanya Nyeleneh tapi Nagih
Kalau biasanya semangkuk soto identik dengan kuah bening, sambal cabai, nasi, dan aroma rempah yang familiar, Soto Sokaraja di Sokaraja, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, justru punya cara sendiri buat bikin lidah bertanya-tanya. Makanan yang oleh masyarakat Banyumas juga sering disebut sroto ini tampil beda karena menggunakan sambal kacang sebagai salah satu ciri khasnya. Jadi, jangan kaget kalau kuah yang awalnya terlihat bening kekuningan berubah menjadi lebih keruh kecokelatan setelah sambal kacang dicampurkan. Rasanya pun bukan sekadar pedas, tetapi ada perpaduan gurih, sedikit manis, aroma kacang, dan rempah yang bikin karakter sotonya makin tebal. Pemerintah Kabupaten Banyumas sendiri menyebut sambal kacang sebagai salah satu elemen wajib yang membuat Sroto Sokaraja berbeda dari jenis soto lainnya.
1. Sambal kacangnya bukan sekadar pelengkap. Inilah bagian yang bikin Soto Sokaraja terasa “nyeleneh” kalau dibandingkan soto kebanyakan. Sambal dibuat dari kacang tanah yang digoreng dan dihaluskan bersama cabai serta bumbu lainnya. Begitu dicampur ke kuah, rasa gurihnya langsung naik dan teksturnya jadi lebih berbodi.
2. Ketupat menggantikan nasi. Di dalam mangkuknya biasanya ada potongan ketupat, tauge, daging ayam atau sapi, daun bawang, serta kerupuk. Jadi dari awal sampai akhir memang punya identitas sendiri.
3. Kerupuknya ikut bermain. Kerupuk warna-warni atau kerupuk kanji menjadi bagian menarik dari penyajiannya. Pada beberapa warung, kerupuk bahkan dimasukkan sebelum kuah sehingga teksturnya perlahan berubah menjadi lembut dan kenyal. Buat sebagian orang mungkin terdengar aneh, tapi justru sensasi inilah yang bikin pengalaman makannya beda.
4. Makin lengkap kalau ditemani mendoan. Sroto Sokaraja sering disantap bersama tempe mendoan hangat. Kuah gurih berbumbu kacang dipertemukan dengan mendoan yang lembut dan gurih, hasilnya jadi kombinasi yang susah ditolak.
Kalau dilihat dari sudut pandang kuliner, keunikan Soto Sokaraja sebenarnya masuk akal secara ilmiah. Kacang tanah mengandung lemak dan protein yang membantu membawa serta memperkuat persepsi aroma dari berbagai bumbu. Ketika kacang yang sudah dihaluskan masuk ke kuah panas, komponen lemaknya ikut menyebarkan senyawa aroma sehingga rasa rempah terasa lebih “nempel” di mulut. Ditambah lagi, kombinasi gurih, manis, pedas, dan umami membuat otak mendapatkan rangsangan rasa yang lebih kompleks dibandingkan kuah soto biasa. Inilah salah satu alasan kenapa sambal kacang bukan cuma memberikan rasa berbeda, tetapi juga membuat suapan berikutnya terasa semakin menarik. Dari perspektif urban, karakter seperti ini justru menjadi kekuatan kuliner lokal: bahan sederhana dikawinkan dengan kebiasaan makan masyarakat setempat hingga menghasilkan identitas yang susah ditiru daerah lain. Soto Sokaraja pun akhirnya bukan cuma soal kenyang, tetapi pengalaman rasa yang punya cerita.
Pada akhirnya, kalau sedang mampir ke Sokaraja, Banyumas, jangan buru-buru menganggap sambal kacang sebagai sesuatu yang aneh. Justru di situlah letak daya tarik Sroto Sokaraja. Sekali dicoba, perpaduan kuah kaldu, ketupat, sambal kacang, tauge, dan kerupuk bisa saja bikin kamu berpikir, “Kok aneh, tapi kenapa pengin nambah?”